Mari kita untung bersama di STKIP BBG
0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk dalam keranjang.

Kualitas Terjamin

Ruang Seduh “A Love So Beauiful”

Rp40.000

Rp300 Cashback

Segera Hadirr.. Buku dengan tema yang meyenangkan dengan judul Ruang seduh dimana kami menuangkan ide-ide cerita yang luar biasa.

Stok habis

  Tanyakan sesuatu
Store
SKU: masih dalam penulisan Kategori: , ,

Deskripsi

1. Cinta yang bersahabat


Byuurrrr!!

“KEBAKARAANNN!!” teriak seorang gadis memenuhi ruangan. Terbangun dengan paksaan dari tidurnya membuatnya pasrah sekaligus marah dengan napas yang terengah-engah. Sesaat kemudian dia memperhatikan penampilannya, BASAH! Ini buruk, sangat buruk.

“Ck, harusnya banjir. Kenapa malah kebakaran” sahut sebuah suara dari dekatnya, sang pelaku yang tidak diinginkan keberadaannya disini oleh gadis yang menjadi korbannya.

Gadis itu mengalihkan pandangannya kesamping kanan, seorang pria menatapnya kesal. Terdapat sebuah gayung ditangan pria itu dengan air yang sudah berkurang.

“Eh benarkah? Kalau begitu ayo ulangi lagi” gadis itu kembali mengeluarkan suaranya.

Pria itu menanggapinya dengan antusias, ingin menyiram gadis itu kembali. Tapi saat gayungnya sudah berada diatas kepala gadis itu, sedetik kemudian gerakannya malah terhenti. Rasa sakit tiba-tiba menyerang perut pria itu.

“Aduhh!!” pekik pria itu keras. Ternyata gadis itu baru saja menendang perutnya, dan itu sakit sekali. Tapi lihatlah, gadis itu hanya menatap pria yang sedang meringis itu dengan tatapan masa bodohnya.

“Huh! Kau pikir aku sebodoh itu. Pergi dari kamarku cepat!!” decak gadis itu kesal dan tidak peduli…. (bersambung)

2. Broadcasting love

(….) “Assyifa!” Adrian memanggil nama gadis itu, ia meyakinkan diri untuk ini.

Gadis itu hanya menatapnya bingung karena Adrian terlihat tergesa-gesa saat mendatanginya.

“aku…” ucapan Adrian terpotong.

Adrian tersenyum, kemudian melanjutkannya “tunggu aku Syifa, akan ku perbaiki diri ini”

“….” Syifa terpaku ditempatnya.

“aku menyukaimu” seru Adrian seraya tersenyum cukup manis yang dibalas dengan senyuman tak kalah manis juga oleh gadis itu, Assyifa.

“let her know your feeling. Say it even only once” pesan terakhir dari cerita tersebut yang memicu keberanian Adrian.

Kisah Adrian dimulai dari seseorang yang mengirimkan kisahnya di siaran radionya sendiri.

3. We’re mean to be together

(….)

“Ethan! Aku mencintaimu!” Teriakku.

“Aku mencintaimu!” Aku membuka mataku, mataku benar-benar basah oleh air mata meski itu tidak menghalangi pandanganku sama sekali.

Dia berhenti tanpa berbalik, aku menatap punggungnya dengan sendu. Air mataku yang terus berjatuhan menjadi saksi akan hancurnya hatiku malam ini. Rasa sakit yang kurasakan tak terbendung, begitu pedih.

Dia hanya terdiam, aku tidak tau apa yang dipikirkannya.

“Apa kau akan terus berpura-pura tidak tahu?” Lanjutku dengan pelan. Aku seperti kehilangan kekuatan saat membayangkan akan kehilangan dirinya.

“Kau selalu mengatakan kesepian adalah neraka. Sekarang aku tau rasanya. Ethan… Jika kau tidak ada disini, buatku itu sama saja kesendirian meskipun aku punya keluarga dan teman”

“A-aku… Sangat mencintaimu”

“Aku sangat, sangat mencintaimu” ulangku.

“Jika kau mau bersamaku, aku tidak akan membuatmu menyesalinya, apapun yang terjadi! Aku akan membuatmu senang setiap harinya dan kau pasti akan menemukan kebahagiaan. Aku akan melakukan apapun untukmu, Ethan. Jadi, kumohon padamu… tetaplah disini.” …. (bersambung)

4. My silence represent my heart

(….)

“Aku datang telat begini, kamu ga nanya aku habis dari mana?” Kalimat pertama yang keluar dari mulut Devan membuat tubuh Aiby membeku.

“Kamu ga tanya aku ngapain aja?” Lanjut Devan.

“Aku datang sama cewe lain, kamu-” Devan tidak melanjutkan ucapannya, dia hanya mengusap wajahnya kasar.

“Kamu minum ya?” Tanya Aiby lirih dengan mata yang berkaca-kaca, siap untuk tumpah. Dia memberanikan diri menatap Devan.

“Gausa urusin aku… kamu kenapa selama ini ga nempelin aku? Juga ga pernah ngecek hape aku? Selama ini kamu ga pernah tanya aku kemana aja, juga ga perhatian sama aku. Kamu juga ga perhatian aku kenal sama siapa aja…”

“Atau kamu ga suka ya sama aku?” Tanya Devan pada akhirnya.

“Kalau aku ga suka ngapain pacaran sama kamu?” Jawab Aiby pelan dengan air mata yang sudah mengalir dikedua pipinya.

“Terus kenapa kamu ga perhatian sama aku? Setiap hari sibuk kerja, ga ada waktu sama sekali buat ngobrol bareng. Aku pengen kamu kaya cewe lain, pas ketemu hal yang asik pasti saling sharing. Pas ketemu hal bagus pasti bakal nunjukin ke aku. Atau kamu juga bisa centilin aku… Itu masih lebih baik dari pada kamu diam”

“Aku pengen banget kita bisa…”

Kalimat Devan terpotong saat tiba-tiba …….

“Kamu ngapain?” Tanya Devan lembut.

…. (bersambung)

5. Unexpected love

(….)

Tiba-tiba ada sebuah pesan masuk mengalihkan perhatianku.

Tanganku bergetar saat melihat siapa pengirimnya. Aku benar-benar menangis sekarang, apa nanti akan pingsan juga? Pikirku.

Dengan rasa gugup, aku membuka pesan itu.

Kak¬†ElūüĎĽ

Minggu depan free? Temenin gua makan mau?

“MAMA!!” Teriakku tak sadar.

“TERIAK LAGI MAMA LEMPAR KAMU KELUAR” sahut sebuah suara dari luar kamarku, tentu sana mama.

(….)

6. Sad ending

(….)

Mata Nora terus berfokus kepada pak Alfi dengan sesekali berkedip. Kemudian mereka mulai konsultasi.

“karena semuanya sudah fix, apa ada yg mau ditanyakan lagi Nora?”

“tidak pak” Nora sedikit ragu untuk mengucapkan tujuan sebenarnya.

“ehm pak?” panggil nora ragu.

“iya nora” sahut pak Alfi pelan.

“sebenarnya saya….” Nora diam sebentar,

“sebenarnya saya suka sama bapak” ucap nora cepat dan dengan berani menatap mata pak Alfi.

Pak Alfi tidak terkejut dengan pengakuan itu karena dari gerak gerik Nora saja dia sudah tau. Pria itu mengulum bibirnya kedalam dan mengalihkan padangan pada kertas di depannya.

“pak? Gimana? Kok diam aja?” tanya Nora kembali saat pak Alfi hanya diam, tidak merespon pengakuannya.

(….)

7. A little happiness

Bagi Naura perencanaan adalah suatu hal yang sangat penting. Diumurnya yang memasuki 20 tahun, ia berencana untuk menyelesaikan pendidikan hingga mendapatkan gelar S2 jika tuhan mengijinkan.

Apa daya kini keinginan itu hanya angan-angan semata. Orang tua Naura kini sudah menjodohkannya dengan salah satu anak dari teman papinya.

“Papi, aku gamau dijodohin.” Kata Naura yang duduk dihadapannya papinya.

“Naura, ini hal terbaik dan mungkin terakhir yang dapat papi berikan sama kamu.” Menanggapi perkataan gadis itu dengan tenang.

“Papi Naura kan masih mau selesaikan kuliah dulu terus lanjut S2 kayak keinginan papi” Naura mulai merubah ekspresi wajahnya menjadi sedih.

Naura memanglah anak manja, apapun keinginan nya pasti terturuti. Meskipun begitu dia adalah anak yang penurut dan tak pernah membangkang.

Apalagi sejak mami tercinta meninggalkan mereka sejak 3 tahun yang lalu. Naura menjadi anak yang lebih diam dan penurut untuk membuat org yang disayanginya bahagia

“Naura sayang, papi enggak membatasi kuliah kamu.. kan papi mau kamu kenal dulu sama dia. Dan papi yakin ini yang terbaik untuk mu sayang” kata papi menatap Naura dengan sayang.

Kemudian Naura memeluk papinya dan menangis sesenggukan.
“Udah jangan nangis, besok kamu ketemu dulu” papi mengusap kepala Naura “papi gatau bakal seperti apa kita kedepannya. Jadi, papi mau kamu dijaga oleh orang yang baik”.

“Gimana kalau dia jahat Pi?”

“Kamu tenang aja, papi udah kenal lama sama dia. kalian pasti cocok, papi mau kamu bahagia”

“Aku sayang banget sama papi, kebahagiaan papi kebahagiaan aku” Naura memeluk erat papinya. Papi tersenyum senang mendengar kalimat itu.

(….)

8. It’s you

(….)

“Vin, Lo gamau berubah? Jadi lebih normal?” Suci tiba-tiba menyinggung kembali pembahasan yang sangat dibenci oleh Malvin.

“Ci, gue ga suka pembahasan ini” Malvin mulai jengkel.

“Tapikan Lo itu cowok Vin. Lo ga harus kegini, gausah deh dengerin kata orang-orang”

“….”

“Lo tuh normal, banyak kok cewek yang mau sama Lo. Gue bakal bant-” omongan Suci tiba-tiba terhenti ……

(….)

9. The real couple

(….)

Biyan menunjukkan smirk nya kemudian berdeham,

“Ekhem… Ayo perkenalkan dirimu. Aku Biyan, salah satu pewaris dari perusahaan admaja grup” ucap Biyan pongah tanpa mengalihkan tatapannya dari gadis dihadapannya itu serta tangannya yang terlipat didepan. Dia menaikkan sebelah alisnya, menantang gadis dihadapannya.

Gadis didepannya tersenyum sinis, dia menatap Biyan tak kalah angkuh dari tempatnya berdiri.

“Namaku Luna, satu-satunya pewaris sah dari sudrajat grup” balas gadis itu.

“Kekayaan bersihku 50 triliun” lanjut Biyan kembali, dia melangkah kedepan mendekati gadis yang bernama Luna itu.

“Kekayaan bersihku 300 triliun” Luna maju mendekat, hingga mereka saling berhadapan sekarang.

Ravin dan Ara hanya bisa menatap mereka dalam diam, mereka berdua tidak mengerti.

Kenapa malah memamerkan harta disini?

Luna dan Biyan saling menatap, tatapan mereka saling menhujam. Jika dalam film kartun pasti akan keluar petir dari tiap-tiap mata mereka.

“Beruntungnya…” Seru Biyan.

“Sangat mengagumkan” ucap Luna.

(….)


Review

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Ruang Seduh “A Love So Beauiful””

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No more offers for this product!

Diskusi umum

Saat ini belum ada diskusi apapun pada produk ini